Coretan Umroh Mahfudhoh
Kamis, 03 September 2015
Rabu, 27 Agustus 2014
Dikotomi Ilmu Pengetahuan di Indonesia
Dikotomi ilmu pengetahuan di Indonesia muncul pada masa pra
kemerdekaan atau pada masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, Belanda melarang
pendidikan agama Islam. Menurut mereka, dalam ajaran Islam itu terkandung
ajaran jihad. Jika pendidikan Islam itu diterapkan maka yang mereka takutkan
adalah masyarakat Indonesia berani melawan Belanda dengan niat untuk jihad di
jalan Allah. Selain itu, mereka beralasan bahwa dalam pendidikan itu-termasuk
pendidikan Islam-terdapat proses pencerdasan. Sehingga mereka takut masyarakat
Indonesia menjadi pintar yang kemudian akan membuat masyarakat menemukan taktik
untuk mengalahkan Belanda. Hal inilah yang pada akhirnya memunculkan pemisahan
antara ilmu pengetahuan umum dengan ilmu pengetahuan agama atau yang sering disebut dengan dikotomi ilmu
pengetahuan.
Tujuan pendidikan yang paling utama adalah bagaimana kita bisa
mendekatkan diri kepada Allah dengan pengetahuan yang telah kita dapatkan
termasuk pendidikan umum maupun pendidikan agama. Tetapi, pada kenyataannya
kita juga membutuhkan keterampilan bekerja untuk bertahan hidup. Inilah yang
sering yang menjadi pertanyaan. Apakah kita dalam belajar itu boleh berniat
untuk mencari pekerjaan atau bagaimana? Jawabannya adalah tidak boleh. Karena
apa? Karena terdapat peran Allah di sini.
Logikanya kalau kita berbicara tentang pekerjaan, maka akan selalu
terkait dengan rezeki di mana rezeki adalah salah satu hal yang telah dijamin
oleh Allah selain hidup, mati dan jodoh. Oleh karena itu, tidak sepantasnyalah
kita mencari ilmu dengan niat untuk mencari pekerjaan. Allah itu maha memberi,
yakinlah bahwa Ia telah mengatur rezeki yang akan kita terima. Carilah ilmu
dengan niat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Insya Allah kalau kita
telah dekat dengan Allah, tak perlu kita mengkhawatirkan tentang kehidupan
kita, Allah pasti akan memberikan rezeki pada kita karena Allah itu “ar-Rohman”
yang artinya maha pengasih pada semua makhluk-Nya di dunia. Jika semut yang
tubuhnya kecil saja selalu diberi rezeki oleh Allah, apalagi kita yang
merupakan seorang manusia. Renungkanlah baik-baik kawan...
Pekalongan, 7 Juni 2014
Umroh Mahfudhoh
Langganan:
Postingan (Atom)